Selasa, April 02, 2013

KEKUATAN HATI

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah/petunjuk (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dirinya sendiri; (QS 17: al Israa’ ayat 15

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shaleh maka pahalanya untuk dirinya sendiri (QS 41: Fushshilat ayat 46)

Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; (QS 28: al Qashash ayat 84)

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; (QS 6: al An’aam ayat 160)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehenaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetajui. (QS 2: al Baqarah ayat 261)

Ayat-ayat tersebut merupakan janji Allah bagi setiap hamba yang berbuat kebaikan, dan berbuat kebaikan merupakan salah satu jihad/usaha yang memerlukan kesungguhan.

Rabu, Oktober 24, 2012

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK


RENCANAKAN MASA DEPAN PENDIDIKAN ANAK ANDA BERSAMA KAMI

PROGRAM DANA PENDIDIKAN

RENCANAKAN PENDIDIKAN SEJAK DINI
UNTUK KEPASTIAN MASA DEPAN BUAH HATI ANDA

Hanya Dengan Menabung Rp 17.000,00/ Hari
Atau Rp 500.000,00/bulan selama 10 tahun menabung

Berbagi  dengan mewujudkan impian anda

Alternatif Investasi
Tabungan Pendidikan di bank
Prudential
Dana pd usia 18 tahun
Rp                      120.000.000,00
Rp                 199.833.000,00
Dana pd usia 25 tahun
Rp                     180.000.000,00
Rp                 510.585.000,00
Fasilitas Rawat Inap
Tidak ada
Rawat Inap : Rp 600.000,00
ICU        :  Rp 1.200.000,00
Operasi : Rp  12 juta/thn
Jika ortu sakit kritis
Tidak Tersedia
Gratis menabung sampai usia 25tahun
Jika ortu cacat tetap total
Tidak Tersedia
Jika ortu meninggal dunia
Tersedia
Jangka Waktu Menabung
Panjang
10 tahun.

Keterangan Ilustrasi :
·         Contoh nasabah Anak usia 1 tahun, Ayah usia 30 tahun.
·         Besar tabungan bulanan disesuaikan dengan kemampuan nasabah.
·         Kondisi kritis : Serangan Jantung, Stroke, Kanker, Gagal Ginjal, koma, Luka Bakar, Tumor Jinak Otak dll.


Kamis, Oktober 11, 2012

Segera sahkan RUU Keperawatan



Pelayanan Keperawatan yang berkualitas, apakah hanya sebuah mimpi??
Sebuah Keprihatinan tidak disahkannya RUU Keperawatan lebih dari 10 tahun perjuangan Insan Keperawatan

Peningkatan kesehatan di negeri ini memang sudah mulai bangkit, misalnya dengan disahkannya SJSN dan berbagai kebijakan. Salah satu penentu kesehatan bangsa ini adalah melalui kebijakan terhadap tenaga kesehatannya. Aturan mengenai setiap profesi kesehatan sangat dibutuhkan. Setiap profesi harus memiliki rumah sendiri untuk mengatur dirinya dan memastikan pelayanan yang diberikan sesuai standar profesi. Namun, sayangnya banyak pihak merasa UU ini tidak penting. Benarkah UU ini hanya untuk perawat dan tidak untuk masyarakat? Ibarat suatu rumah, pemerintah dan legislatif adalah bapak dan ibunya, maka orang tua yang baik tidak akan menganak-tirikan anaknya, ia harus bersikap adil dan bijaksana terhadap seluruh profesi kesehatan.

Mahasiswa keperawatan yang merupakan bagian dari insan keperawatan, maka penting bagi mahasiswa untuk mengkaji permasalahan yang timbul di dunia keperawatan. Mahasiswa telah merangkum beberapa masalah yang menunjukkan urgency  dari pengesahan RUUK. Sebagaimana kita tahu bahwa pelayanan keperawatan yang berkualitas ditunjang oleh sistem pendidikan, tugas dan wewenang yang jelas, adanya regulasi, sistem registrasi yang jelas, dan pendidikan yang berkelanjutan. Oleh karena itu kami mahasiswa memandang keadaan dibawah ini merupakan alasan mengapa RUU Keperawatan penting:

  1. Pelayanan keperawatan yang berkualitan merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat indonesia
  2. Belum jelasnya sistem pendidikan yang menghasilkan tenaga keperawatan. Jenjang pendidikan dan peranny di pelayanan belum jelas secara hukum. Selain itu juga menjamurnya sistem pendidikan keperawatan yang tidak bertanggung jawab perlu diatur. Sehingga perawat yang dihasilkan berkualitas dan sesuai standar profesi.
  3. Belum jelasnya ranah kerja baik di interprofesional yaitu di antara profesi tenaga kesehatan maupun intraprofesional yaitu di dalam profesi keperawatan itu sendiri (tingkat pendidikan D3, S1, S2, S3, dan Spesialis) yang menimbulkan kerancuan pemahaman mengenai tindakan mandiri dan kolaboratif seperti yang terjadi pada kasus misran dan banyak kasus di pelayanan lainnya dimana merugikan pasien.
  4. Undang-Undang No. 36 tahun 2009 pasal 21 ayat (3) : ketentuan mengenai tenaga Kesehatan diatur dengan Undang-Undang. Disini jelas bahwa keperawatan sebagai suatu profesi dan berkenaan dengan masyarakat harus memiliki UU sendiri dan mengatur dirinya dan melibatkan pemerintah. Selain itu, banyaknya profesi yang tergabung dalam tenaga kesehatan sehingga perlu adanya aturan yang meregulasi kewenangan dan setiap profesi dan juga berhak memiliki payung hukum yang melandasinya.
  5. Peningkatan profesionalitas perawat juga sangat ditentukan dari disahkannya RUU Keperawatan menjadi UU Keperawatan. Karena di dalam RUU Keperawatan itu dijelaskan secara mengenai kurikulm pendidikan, kewenangan dan batas area kerja perawat itu sendiri.
  6. Pengakuan perawat secara de yure di dunia internasional sehubungan dengan akan segera dikeluarkannya keputusan mengenai pasar global juga menjadi hal yang penting untuk dikaji. Jangan sampai tenaga perawat kita tidak terserap oleh negeri kita sendiri karena perawat di negara lain telah memiliki aturan serta keperawatannya sudah berkualitas.
  7. Dan semua permasalahan yang telah dipaparkan di atas akhirnya bermuara kepada satu titik terpenting yang merupakan tujuan dan esensi dari proses keperawatan yaitu PENINGKATAN PELAYANAN KEPERAWATAN yang mana kita tahu bahwa perawat adalah profesi yang menangani pasien selama 24 jam penuh.

Hal inilah yang mendasari bahwa RUU Keperawatan itu sangat penting dan sangat urgent untuk segera disahkan. Sehingga setiap insan keperawatan harus dan sadar betul pentingnya memperjuangkan pengesahan RUU Keperawatan secepat mungkin, demi kemajuan profesi.
Alasan diatas telah lama diungkapkan dan disampaikan kepada DPR RI, namun hingga lebih dari 3 kali masa sidang, RUU ini tidak juga selesai. Berdasarkan hasil pantauan, bahwa DPR RI tidak fokus dan maksimal membahas RUU Keperawatan, akibatnya RUU keperawatan tidak maju ke tahap selanjutnya yaitu badan legislatif. RUU Keperawatan sangat penting untuk masuk ke Badan Legislatif agar dapat dibahas bersama pemerintah dan segera disahkan.
Tanggal 17 Oktober adalah hari terakhir masa sidang DPR RI, namun tanda-tanda RUU ini untuk masuk ke badan legislatif tidak juga ada. Tentu kita sepakat bahwa pembahasan RUU sangat mahal biayanya dan penguluran waktu akan menambah ongkos pembiayaan RUU ini, dan ini akan menjadi beban negara. Sementara itu keadaan keperawatan indonesia bertahun-tahun tidak juga mengalami perkembangan yang signifikan dalam melindungi rakyat karena tidak adanya UU yang mengatur. Kasus kerugian masyarakat mungkin banyak terjadi, namun tidak terpublish di media.
 
Hal ini tidak bisa dibiarkan, kita tidak boleh tinggal diam melihat keadilan tidak ditegakan, melihat kesehatan rakyat indonesia yang terabaikan. Oleh karena itu, segera sing-singkan lengan, ambil almamatermu, ikat kepala dan siapkan suara lantangmu untuk menyuarakan suara rakyat
Demi Kesehatan Rakyat Indonesia!! Segera SAHKAN RUU KEPERAWATAN masa SIDANG TAHUN 2012-2013!

KENAKAN ALMAMATERMU DAN BAJU KEPEDULIANMU!!!
Seruan Aksi Sahkan RUU Keperawatan!
Senin, 15 Oktober 2012 @DPR RI - Jakarta

info lebih lanjut:
Arif eko Yuniawan 085747357397

Jumat, Agustus 31, 2012

Sukses adalah sebuah KEYAKINAN

Membaca judulnya Sukses adalah sebuah keyakinan, mungkin anda akan berfikir kok kayak iklan di Tivi ya..? he he he.. Jangan salah, sebenarnya kalimat itu betul adanya 101 %. Keyakinan akan membuat kita semakin semangat dan akan membuat kita berjuang tanpa pernah berfikir akan gagal. Karena kita sudah yakin kita akan berhasil. Seperti pepatah Cina "Keyakinan bisa memindahkan Gunung". Bicara tentang Cina, ada sebuah kisah inspiratif terkait pembahasan kita mengenai keyakinan. Berikut ceritanya..

Dahulu, ada seorang jenderal dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar, kalau-kalau mereka akan menderita kekalahan. Dalam perjalanan menuju medan perang, sang Jenderal berhenti di sebuah altar vihara. Ia melakukan sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan prajuritnya menanti di luar vihara dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian, sang jenderal keluar dari vihara.Ia berteriak pada seluruh pasukannya, ‘Kita telah mendapat petunjuk dari langit’. Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, ‘Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada ‘. Jenderal lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling ditanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. ‘Hore! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita! Ayo, serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan sudahlah pasti.’ Dengan penuh semangat sang Jenderal dan pasukannya bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung sangat sengit. Dengan bekal keyakinan dan tekad baja akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan. Jenderal dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata,’Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib’.Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dahsyat itu. Beliau bertanya pada sang Jenderal, bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani. Sang Jenderal kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, ‘Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik’. Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar KEPALA.

Jadi, sukses atau tidaknya anda bukan di tentukan oleh siapapun, melainkan oleh diri anda sendiri. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti mengejar tujuan, entah itu tujuannya sendiri ataupun tujuan orang lain. Di bidang apapun anda, bisnis, pemerintahan, keagamaan, keyakinanlah yang paling penting dan utama. Ketika kita yakin akan kalau kita bisa sukses, maka segala rintangan dan halangan seberat apapun akan terasa ringan, dan di karenan sebuah harapan tentang sesuatu yang indah itu. Adanya sebuah kepastian.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” "QS Ar-Ra'd : 11"

CITA - CITA

Alkisah, di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang kakek bersama dengan keluarga besarnya. Desa tempat mereka tinggal itu terletak di antara dua gunung besar. Bila keluarga sang kakek itu hendak pergi ke desa lain, mereka harus berjalan kaki berhari-hari lamanya memutari gunung. Tentu itu sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.

Suatu saat, sang kakek tua dengan pemikirannya yang lugu dan sederhana mengemukakan tekadnya. Ia mengajak segenap keluarganya untuk bahu-membahu memindahkan gunung. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga sang kakek pun mulai menggali tanah lereng gunung. Hari demi hari dipenuhi dengan bekerja menggali-menggali dan menggali lereng gunung. Melihat kesibukan tersebut, beberapa hari kemudian para tetangga berdatangan. Salah seorang pemuda begitu penasaran dan bertanya pada si kakek.

"Kakek dan seluruh keluarga besar setiap hari terlihat begitu sibuk! Dari pagi sampai sore, menggali lereng gunung. Sebenarnya, apa maksud dan tujuan kakek?"

Si kakek menghentikan kerjanya. "Kami menggali untuk memindahkan gunung ini, Nak," jawabnya mantap.

"Hah, memindahkan gunung?? Mana mungkin, Kek?!" tanya si pemuda tidak percaya.

"Gunung sebesar itu kok mau dipindahkan," lanjutnya. "Kakek kan sudah tua. Saya yakin, sebelum gunung bisa dipindahkan, kakek pasti sudah meninggal lebih dulu. Dengan begitu, bukankah kakek mengerjakan sesuatu yang sia-sia belaka?"

Si kakek menjawab dengan lantang, "Kakek memang sudah tua. Tapi bila kakek meninggal, ada anak-anak yang meneruskan, ada cucu-cucu yang akan menggantikan, begitu seterusnya... Selama kami punya tekad, mau bekerja keras, penuh kesungguhan hati, dan konsisten, kakek yakin suatu hari kelak, gunung ini pasti bisa dipindahkan. Dan jalan kehidupan kita semua akan lebih mudah!"

Tekad si kakek dan keluarganya yang begitu kuat, menggoyahkan hati masyarakat sekitar situ. Maka, mereka pun berbondong-bondong bergantian, dengan peralatan yang seadanya, bahu membahu mulai ikut bersama-sama bekerja menggali lereng gunung itu.

Singkat cerita, hati para dewa di khayangan pun akhirnya tergerak ketika melihat tekad si kakek dan semangat warga desa. Kemudian, mereka sepakat membantu sang kakek untuk memindahkan gunung itu. Dan haaap, tangan para dewa sibuk melambai bekerja sama. Dalam sekejap, terjadilah keajaiban! Gunung pun berpindah tempat dan jalan terbentang luas menuju kemana pun masyarakat desa itu hendak pergi.

Netter yang luar biasa,

Di Tiongkok, kisah legenda ini terkenal dengan sebutan "Kisah si Kakek Bodoh Memindahkan Gunung."

Walau cerita itu hanya sekadar legenda, namun pesan moral tentang kekuatan tekad dan kesungguhan hati ini sungguh luar biasa!! Kita tahu, kemajuan peradaban manusia tidak akan seperti sekarang, jika dunia ini tidak dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki tekad seperti kakek tua tadi. Saat ini, tak terhitung jumlah penemuan baru dan teknologi modern sebagai karya-karya spektakuler dari manusia-manusia bertekad baja. Sulit dibayangkan, apa jadinya dunia ini jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki cita-cita besar, tekad membaja, konsistensi, dan persistensi yang luar biasa.

Legenda di atas mengajarkan kepada kita, bahwa kemajuan pribadi-pribadi, kemajuan masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan tekad. Tekad merupakan sumber motivasi yang menggerakkan manusia menuju cita-citanya. Tekad merupakan kekayaan sekaligus modal bagi kemajuan dan kemakmuran. Bagi mereka yang memiliki tekad yang sangat kuat, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Nothing is impossible under the sun.

Selama memiliki tekad, kesungguhan hati, keyakinan dan konsistensi, kita akan mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan..
 

Rabu, Agustus 15, 2012

KESUKSESAN dan KEGAGALAN


KESUKSESAN bisa tercapai karena adanya hal-hal sebagai berikut: mimpi
besar, niat yang kuat, aksi yang nyata, kerja keras, keuletan,
kesabaran, kecerdasan dalam melakukan sesuatu tanpa harus memiliki IQ
tinggi sebagai syaratnya, tidak gampang menyerah, disiplin, mau
belajar dan mengembangkan kemampuan, dan satu hal yg sering terlupakan
adalah KESUKSESAN bisa tercapai umumnya setelah mengalami serangkaian
KEGAGALAN.

Karenanya, bila anda mengalami KEGAGALAN saat ini, ingatlah bahwa
KEGAGALAN, bahkan serangkaian KEGAGALAN, memang merupakan bagian atau
jalan menuju KESUKSESAN.

Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar, mengalami KEGAGALAN sampai
2000 kali
atau bahkan lebih sebelum akhirnya dia SUKSES menemukan
lampu pijar. Bisa anda bayangkan bila baru 1000 kali GAGAL, Thomas
Alva Edison berhenti berusaha mewujudkan keyakinan dan impiannya akan
lampu pijar, maka dia tidak akan pernah dikenal sebagai penemu lampu
pijar pertama di dunia.

Kolonel Sanders, penemu resep ayam Kentucky Fried Chicken, mulai
menawarkan resep ayamnya ketika usianya sudah 60 tahun. Kolonel
Sanders mengalami 1009 kali penolakan atau KEGAGALAN waktu menawarkan
resep ayam gorengnya tersebut sebelum akhirnya menemukan 1 orang yang
bersedia menerima resep ayam gorengnya tersebut. Bayangkan bila sampai
1000 kali GAGAL lalu dia berhenti menawarkan resep ayamnya, maka
Kolonel Sanders tidak akan merasakan KESUKSESAN nya dan kita tidak
akan pernah mengenal rasa ayam Kentucky Fried Chicken yang seperti
sekarang.

Michael Jordan, pebasket NBA yang legendaris, satu dari dua pebasket
dalam sejarah NBA sepanjang masa yang mampu mencetak 3000 poin dalam
satu musim kompetisi. Michael Jordan membuat rekor tersebut pada musim
kompetisi NBA tahun 1986-1987 dengan rata2 lemparan yang berhasil
mencetak angka sebesar 48.2% dari banyaknya upaya lemparan yang dia
lakukan. Dengan kata lain, Michael Jordan mengalami KEGAGALAN sebanyak
52,8% dalam lemparan di musim tersebut, namun dia tetap dapat membuat
rekor lebih dari 3000 poin pada satu musim kompetisi. Bisa dibayangkan
apabila Michael Jordan berhenti berupaya memasukan bola hanya karena
dia berpikir dia lebih banyak gagal memasukkan bola pada setiap
lemparannya, maka Michael Jordan tidak akan pernah mengukir rekor 3000
poin dalam satu musim kompetisi.

Ketika anda mengalami KEGAGALAN dalam berusaha meraih sesuatu,
ingatlah bahwa KESUKSESAN umumnya memang dibangun dari serangkaian
KEGAGALAN didalamnya. Namun ada satu racun yang paling berbahaya dalam
meraih KESUKSESAN yaitu PIKIRAN AKAN GAGAL maupun KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN.

Ketika anda berusaha untuk meraih KESUKSESAN, jangan pernah
punya PIKIRAN anda AKAN GAGAL dalam melakukannya. Yakinlah anda akan
BERHASIL. KEGAGALAN yang nantinya dialami adalah bagian proses menuju
KESUKSESAN itu sendiri sehingga tidak perlu ditakutkan atau
dipikirkan.

Semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi serta semangat baru..

Senin, Juli 23, 2012

Saya Kurang PINTAR


Kantor Saya Baik, Saya yang Kurang Pintar
Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji Rp. 1,750,000,- perbulan. Buat seseorang yang baru pertama kali bekerja, ya itu angka yang sesuatu banget kali ya. Dan waktu itu saya juga tidak ambil pusing dengan jumlah itu, yang penting saya bekerja dan gajian. Tapi belakangan, saya coba melihat-lihat lagi surat kontrak kerja saya dengan perusahaan itu, dan ternyata gaji saya itu ada perinciannya lagi :
1. Gaji Pokok : Rp. 1,000,000,-
2. Tunjangan Transport : Rp. 500,000,-
3. Tunjangan Kesehatan : Rp. 250,000,-
Kalaupun saya sudah membaca perincian ini waktu dulu, saya pun juga tidak perdulikan perincian itu. Mungkin ada beberapa dari kita yang bekerja di tempat yang memberikan gaji dengan komposisi seperti yang saya alami di atas, bukan hal yang aneh. Yang aneh dan lucu adalah : Saya menganggap komponen nomor 3 (tunjangan kesehatan) sebagai gaji. Layakya gaji, saya bisa saja habiskan untuk beli barang konsumsi, atau sekedar saya taruh di bank, dan mungkin bisa saja saya pakai untuk hang-out bersama teman-teman di mall atau bioskop.

Lho kok lucu?
Ya…itu karena saya tidak mau disebut bodoh. Hehehe… Betapa tidak? Orang pintar mana yang menganggap tunjangan kesehatannya sebagai gaji dan justru menggunakannya untuk konsumsi. Baru saya sadari bahwa perusahaan saya itu sangat luar biasa, mereka ingin membuat saya ‘berpikir’. Ya, berpikir untuk menemukan cara bagaimana membuat tunjangan kesehatan senilai Rp. 250,000 perbulan itu menjadi berarti. Sekarang coba pikirkan, kalau saya sakit, Rp. 250,000 itu cukup untuk konsultasi dokter dan mendapatkan obat, jadi saya masih boleh sakit sebulan sekali.

Itu kalau rawat jalan, bagaimana kalau rawat inap?
Niscaya Rp. 250,000 hanya cukup untuk mendapatkan sebuah kamar rawat kelas 3 yang berisi 2 – 4 tempat tidur pasien. Jadi, darimana saya harus bayarkan biaya kunjungan dokter dan biaya obat, infus dan semua alat pendukungnya? Jadi apa yang harus saya lakukan dengan uang yang sedikit itu? Hmm…itu belum bisa saya temukan jawabannya dulu, tapi saat ini saya boleh berikan jawabannya untuk Anda yang punya masalah serupa dengan saya waktu itu : “Belilah asuransi kesehatan!”
Lihatlah apa yang bisa saya dapatkan dengan Rp. 250,000 itu ketika saya berusia 25 tahun dulu
1. Biaya Kamar Rawat 500 ribu sehari ;
2. Operasi sampai Rp. 150 juta setahun ;
3. Obat-obatan hampir Rp. 10 juta , dan ;
4. Rawat jalan Rp. 4.5 juta.

Saya bergumam , “Tapi kalau saya sehat-sehat saja , saya kehilangan Rp. 250,000 perbulan itu dong? Rugi dong saya…”
Hmm, tapi setelah saya berpikir sedikit lebih dalam : kalau saya sehat-sehat saja artinya ‘kerugian’ maksimal saya adalah Rp. 3 juta bukan? Jadi saya tinggal berusaha sedikit lebih untuk mendapatkan penghasilan tambahan Rp. 3 juta setahun, bisa dengan lembur atau jualan baju. Lagipula karena asuransinya syariah, kalau saya sehat-sehat saya, artinya premi saya justru untuk bersedekah ke nasabah lain yang sakit. Jadi kalau mau bawa-bawa sakit hati, saya tidak sakit-sakit amat karena saya tahu, bahwa ada orang yang memanfaatkan premi yang saya bayarkan.
Nah, Kalau saya tetap simpan Rp. 250,000 di rekening bank untuk jajan, maka saya justru menghadapi kemungkinan biaya tak terhingga kalau saya ditakdirkan Tuhan untuk sakit, mungkin Rp. 250,000 x 12 bulan = Rp. 3 juta tidak cukup untuk sekali rawat inap.

Kalau gitu, saya akan sumbangkan saja, Sedekah itu obat segala penyakit dan penolak bencana
Saya meyakini mutlak pernyataan tersebut, karena janji Tuhan ada di dalamnya. Tapi saya juga meyakini ada hal-hal yang menjadi ranah ikhtiar kita. Saya memikirkan kejadian-kejadian sederhana seperti ini untuk menjadi bahan diskusi para pembaca sekalian :
Karena sudah bersedekah, apakah kita bisa dengan tenang membiarkan pintu pagar kita terbuka ketika kita tidur?
Karena sudah bersedekah, apakah artinya kita boleh menyeberang jalan tanpa melihat kanan kiri untuk memastikan jalan yang akan kita seberangi kosong?
Karena sudah bersedekah, apakah kita bebas untuk makan apa saja karena mengharap sedekah kita akan menolak sakit?Jadi, di antara sedekah dan ikhtiar itu perlu menggunakan kata ‘dan’ , bukan ‘atau’.
Kita bersedekah sebelum perjalanan jauh mengharapkan perlindungan-Nya, dan kita juga berikhtiar melindungi diri kita dengan menggunakan sabuk pengaman. Kalau ternyata sudah memproteksi diri sedemikian rupa dan tetap saja tertimpa musibah, maka kita pasrahkan semua pada Tuhan.

Dan kembali ke kantor….
Ternyata perusahaan saya ingin saya berpikir : “Apa yang bisa saya lakukan dengan Rp. 250rb untuk mendapatkan santunan kesehatan diri kita sendiri.

Rabu, Juli 11, 2012

Fly Away

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan US$ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

"Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini” Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.

Lalu bertanya lagi,
“Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah” jawabnya, "apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya.
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dollar.

”Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi berat yang menerpa kita.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.
Dan terutama di mata Tuhan yang selalu mengasihi dan memelihara Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 Dollar tersebut....
Spread Your Wings and Fly Away...